Jatuh CINTA diam diam




Waktu gue kelas 2 SMA bagas jatuh cinta sama hasti, adek kelas gue. Bagas adalah teman satu kelas gue dulu waktu masih kelas 10,walaupun sekarang sudah berbeda kelas kita masih tetap akrab. Bagas sebenarnya bisa dengan mudah mendapatkan hasti,dia lumayan tampan dan berperawakan bagus tapi dia idiot. Idiot dalam arti dia nggak bisa ngungkapin perasaannya ke hasti. Mungkin waktu dia masih dalam kandungan, bagas  berada pada rahim mamalia yang salah.
Bagas memang idiot,tapi bukan idiot yang suka lari lari sambil ngiler kesana kemari sambil bawa dot bayi,dia idiot karena tidak bisa menunjukan perasaannya ke hasti. Bahkan bagas nggak tau cara berkenalan yang baik,nggak tau mau ngomong apa kalo lagi ketemu hasti.
Padahal dirumah, bagas telah sering melatih dirinya untuk berkenalan ke hasti. Dari mulai kata kata yang “hai boleh kenalan gak? Gue bagas”,sampai sampai kata kata yang super menjijikan “hai,whats up baby? Kencan yuuuk cyin” mungkin kalau bagas kenalan dengan kata kata ini yang mau diajak kencan adalah tante tante absurd yang sudah berumur 40 tahun keatas yang sukanya begaol sama temen sebayanya sambil arisan brondong. Bagas juga sering bengong sendiri ketika berhadapan face to face dengan hasti,seperti salah tingkah sendiri,dia juga sering memperhatikan hasti kalau sedang lewat didepannya tapi kalau hasti balik melihat bagas, bagas langsung sekuat tenaga membuang muka, pernah dagu gue sakit banget karena kesundul sama mukanya bagas saat dia membuang muka.
Orang yang jatuh cinta diam diam tahu dengan detail apa pun yang disukai oleh orang yang di suka. Bagas tahu dimana rumah hasti,dia rela jauh jauh pergi hanya untuk mencari rumah hasti dengan gue. Memang rumah hasti sangat jauh, bagas juga tahu hasti dulu SMPnya dimana,sukanya makan apa,dia suka keluar kemana. Orang yang jatuh cinta diam diam seakan punya spirit yang extra untuk bisa mengetahui apa pun tentang si dia.
Pernah suatu saat bagas menggambar wajah si hasti dengan mencontoh fotonya yang diambil dari fbnya si hasti.
“eh, gue mau ngasih lukisan wajahnya ke hasti nih.” Kata bagas ke gue.
“mana coba gue liat.”
“Nih,lo liat bagus gak?”
Gue perhatikan lukisan yang dibuat bagas,semakin lama gue memandang lukisan itu semakin gue tahu apa yang digambar bagas. Ternyata wajah hasti yang digambar bagas sangat mirip sama mbak mbak ndeso yang rambutnya lepek rebondingan lengkap dengan sweater dan topi ungu,pasti kalo orangnya begini nama facebooknya juga alay “CiE haSTie T4k 1nGin diiC4aKiti”,ih jijik banget. Gue menatap wajah bagas, matanya berbinar binar memandang gue seolah olah dia berharap gue akan mengatakan “gas lukisan kamu bagus banget, kalau kamu kasih ke hasti pasti dia langsung jadiin kamu pacarnya” (pada kenyataannya tidak). Akhirnya gue ngomong persis seperti yang ada di pikiran gue,lalu wajah bagas berubah menjadi seperti gorilla yang siap menerkam, akirnya pundak gue sakit kena tonjokan bagas.
Sepertinya soal lukisan yang dilukis bagas tadi tidak masalah bagus atau tidak, yang menjadi masalah adalah apakah bagas seberani itu untuk memberikan lukisannya kepada hasti?. Bisa ditebak,saat pulang sekolah bagas mengurungkan niatnya untuk memberikan lukisan itu ke hasti, dan akhirnya lukisan itu berakhir di gudang rumah bagas yang berdebu. Kalau gue pikir bagas sangat dongo karena dia nggak berani datang langsung ke depan muka hasti dan ngomong kalau dia suka sama cewe tersebut, tapi setelah gue pikir ulang apa yang dilakukan sama bagas juga gue lakukan, gue juga mengalami masalah cinta yang sama seperti bagas, jatuh cinta diam diam.
Gue tahu siapa nama lengkap cewe yang gue taksir, namanya adalah anawati putri anggraini. Dia juga adek kelas gue, gue tahu dia suka warna ungu, gue tahu rumah dia bukan di kota gue dia ngekost dekat sekolah gue, gue tahu dia biasanya berangkat sekolah dengan jalan kaki pada jam 06.05 tepat jadi gue sering berangkat pagi pagi agar bisa berpapasan dengan dia saat berangkat sekolah.
Bagas tahu kalau hasti pas berangkat sekolah bareng sama saudaranya yang juga teman kita,dia juga tahu kalau hasti tidak suka berlama lama disekolah.
Gue tahu kalau ana sering banget poto poto yang nggak jelas sama temennya, gue juga tahu kalau ana seminggu sekali pulang ke kota asalnya naik motor beat warna putih. Gue tahu bahwa sebenarnya ana ingin sekali memakai jilbab, tapi bapaknya belum memberi ijin ana untuk berjilbab.
Darimana kita tahu semuanya ini?
Biasa, dari teman, pengamatan dan yang paling terbesar adalah dari rasa ke ingin tahuan kita terhadap seseorang yang kita suka secara diam diam bahkan sampai hal paling kecil dari orang tersebut.
Orang yang jatuh cinta diam diam memenuhi catatannya dengan segala hal yang menyangkut tentang orang yang kita taksir. Mulai dari menggambar nama, menyimpan poto, megetahui apapun tentang orang yang ditaksir. Pernah suatu saat bagas menggambar di buku catatannya nama B dan H dengan diberi bingkai berbentuk love dan gue bilang ke bagas “norak ah lo gas.”, besoknya gue ikut ikutan bikin.
Syukur gue lebih beruntung daripada bagas, gue punya kamera yang bisa gue manfaatin buat mengambil foto ana dari kejauhan, saat gue kangen gue bakal membuka file foto itu di computer, sedangkan bagas sedikit tragis dia hanya bisa memandangi gambar B dan H yang dia buat. Di kelas gue ada temen gue yang jago banget gambar karikatur, namanya wawan dia biasanya ngebuatin gambar untuk temen temen gue yang lagi jatuh cinta. Pernah suatu saat gue ditawari untuk digambar sama dia, lalu gue iyain aja. Keesokan harinya gambar telah berada di tangan, memang sih gambarnya bagus dan wajah ana kelihatan cantik dan persis seperti aslinya tapi muka gue, malah kayak doraemon kena HIV.
“Wajah gue kok jadi gini?” kata gue sewot.
“ya gue gambar seperti aslinya aja.” Jawab wawan dengan santai.
Karena gue orangnya gampang puas akirnya gambar itu gue selipkan di dalam buku geogarfi gue, diantara pengertian biosfer dan kependudukan. Gambar itu gue simpan dengan rapi, sering juga gue buka pada saat mengulang pelajaran dirumah. Walaupun itu hanya sebuah gambar tapi itu sudah sangat membantu menghilangkan kerinduan gue. Dan setidaknya di gambar itu gue bergandengan tangan dengan ana.
Hampir semua orang yang jatuh cinta diam diam berperilaku seperti penguntit. Bagas biasanya menunggu di depan markas sebuah ekstra agar bisa melihat hasti lewat, begitupun dengan gue, gue juga sering melakukan hal yang sama dengan bagas, memang kita satu ekstra.
Pada saat ana olahraga gue sering meminta ijin ke guru yang sedang mengajar kelas gue hanya untuk melihat ana sedang olah raga voli, memang lapangan voli di sekolah gue tepat berada di depan kelas gue. Momen saat berpapasan pun adalah hal yang paling indah, pada saat kita berpapasan kita merasa sangat dekat dengan orang yang kita taksir tersebut, entah kenapa kita selalu tidak bisa menyapa dan mengajak ngobrol padahal itu adalah momen yang tepat lalu setelah beberapa langkah kita merasa jauh lagi. Seperti dua kapal yang berpapasan sewaktu badai, kita telah bersilang jalan satu sama lain. Tapi kita tidak memberikan sinyal, kita tidak mengucapkan sepatah kata pun, kita tidak punya apapun untuk dikatakan. Romantis sekali. Cocok untuk gue dengan ana, bedanya adalah gue sebagai paus yang ditabrak ana saat dia naik kapal pesiar yang kepalanya bocor dan akhirnya mati ngambang lalu terdampar di pulau terpencil.
Pernah suatu saat bagas cerita ke gue. “lo tau gak sih, apa cewe yang kita suka itu juga suka sama kita? Kenapa sih kita harus suka sama cewe yang seperti itu? Kenapa kita nggak suka sama cewe yang pasti mau sama kita?”. Setelah gue dengar kata kata bagas tadi gue selalu memikirkan betul juga apa yang dikatain bagas barusan.
Sewaktu pulang sekolah gue melihat ana sedang sendirian berjalan menuju kostnya yang berjarak cukup jauh dari sekolah gue, gue berniat menghampiri dia dan mengantarnya pulang sampai ke kost. Tapi seiring gue ingin segera menghampiri ana semakin gue ingin mengulur kesempatan itu,terus terus dan menerus, sampai akhirnya dia dihampiri oleh teman cowo satu kelasnya untuk dianterin pulang. Sedangkan gue? Hanya bisa mnegorek ngorek tanah dan berharap ada mesin waktu yang bisa gue gunakan untuk mengulang waktu tadi. Pada dasarnya orang yang jatuh cinta selalu melamun dan menyesali apa yang dulu tidak ia lakukan, seperti gue yang terlalu dongo untuk memanfaatkan kesempatan itu.
Suatu saat di kantin sekolah setelah gue berpapasan dengan ana gue berdoa “ya Allah,moga moga besok muka gue berubah seperti tom cruise agar ana mau sama gue”, pada kenyataannya doa itu tidak terkabul, dan akhirnya gue merubah doa itu menjadi lebih realistis “moga moga dia bahagia dengan siapapun yang akan didapatkannya nanti”.
Pada akhirnya orang yang jatuh cinta diam diam hanya bisa mendoakan. Mendoakan agar orang yang dicintainya bahagia, setelah capek berharap, pengharapan yang sudah tumbuh dari dulu yang mulanya kecil menjadi sangat besar yang hilang begitu saja saat kita tidak menyatakan perasaan kita ke orang yang kita cintai. Dan akhirnya orang yang jatuh cinta diam diam hanya bisa menerima dan paham bahwa sesungguhya kenyataan terkadang berbeda dengan keinginan kita. Seperti orang yang jatuh cinta diam diam yang mereka bisa lakukan hanyalah merelakan dan jatuh cinta sendirian.

0 komentar: